Senin, 10 Desember 2012

makalah cerita anak ( mitos )


MAKALAH
CERITA ANAK
Disusun untuk memenuhi tugas tertulis mata kuliah cerita anak
Rerin Maulinda

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEic8tUhCnsMHnoVJo8zXTTUMGl2U6GPGUexNDgEIHad1MBUlqJG3MPkFVbzY-HDD6et6cTNuYOJWAoil74wg6ekWyC0gtFM5T9XjcoxJ61GXsNWn6qL9yI9Dh9-IWzABQ8CVMqQoKsGn7h0/s1600/logo-unpam.jpg


Oleh :
Juwilham Ade S.
Lia Pebrianti


Program study sastra Indonesia
Fakultas Sastra
Universitas Pamulang (UNPAM)
Jln.surya kencana no.1 tangerang – selatan


KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan nikmat sehingga kami dapat menyelesaikan tugas tertulis mata kuliah cerita anak dengan lancar. Kami juga bersyukur atas kemudahan dalam mengerjakan makalah kami yang berjudul Mitos.
Tak lupa pula kami sampaikan banyak terima kasih kepada orang tua kami yang telah membantu kelancaran dalam membuat makalah ini, dosen mata kuliah cerita anak yang telah membimbing kami dalam membuat makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu, kami berharap agar pembaca makalah ini dapat memberikan saran dan kritik yang membangun kualitas informasi yang kami sajikan selanjutnya.
Terimakasih.













DAFTAR ISI
Kata Pengntar………………………………………………………………
Daftar Isi……………………………………………………………………
BAB I : PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang…………………………………………………
1.2  Rumusan masalah …………………………………………….
1.3  Tujuan makalah……………………………………………….
1.4  Manfaatmakal…………………………………………………
BAB II : PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mitos ………………………………………………
2.2 Asalmula Mitos…………………………………………………
2.3 Fungsi Mitos…………………………………………………...
BAB III : PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………………..
B. Saran…………………………………………………………………….
Daftar pustaka









BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
mitos adalah kisah suci yang biasanya menjelaskan bagaimana dunia maupun manusia dapat terbentuk seperti sekarang ini, meskipun, dalam pengertian yang sangat luas, istilah tersebut dapat mengacu kepada cerita tradisional. Mitologi terkait dekat dengan legenda maupun cerita rakyat. Mitologi dapat mencakup kisah penciptaan dunia sampai asal mula suatu bangsa. Tidak seperti mitologi, pada cerita rakyat, waktu dan tempat tidak spesifik dan ceritanya tidak dianggap sebagai kisah suci yang dipercaya kebenarannya. Sedangkan pada legenda, pelaku-pelakunya adalah manusia dan meskipun kejadiannya dianggap benar-benar terjadi, dapat mengandung kisah makhluk supranatural (dewa, setan, dsb.) dan kejadian luar biasa (kutukan, keajaiban, dsb.) seperti pada mitologi. Biasanya latar pada legenda adalah masa-masa pada saat manusia sudah ada dan dikaitkan dengan sejarah dan asal mula suatu tempat.

1.2  Rumusan Masalah
1.      apa yang dimaksud dengan mitos ?
2.      kenapa masyarakat mempercayai mitos ?
3.      mitos itu sendiri menceritakan tentang apa ?
4.      apa yang membuat seseorang percaya terhadap mitos ?
5.      sejauh mana kebenaran dari sebuah mitos ?

1.3  Tujuan Makalah
tujuan dari dibuatnya makalah ini selain untuk memenuhi tugas tertulis mata kuliah cerita anak juga bertujuan untuk memperluas pengetahuan kami sebagai pemakalah dan para siswa/I sebagai pembaca tentang mitos.


1.4  Manfaat Makalah
makalah ini sangat bermanfaat untuk kami sebagai pemakalah untuk menambah mamanuhi tugas mata kuliah cerita anak dan untuk manambah pengetahuan kami sebagai pemakalah terhadap mitos.
 




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mitos
Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya. Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri. Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan jaman. Menurut Moens-Zoeb, orang Jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa Hindu sebagai dewa Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu Jawa dan Bali sebagai gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa. Mitos di Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, terjadinya susunan para dewa, terjadinya manusia pertama, dunia dewata, dan terjadinya makanan pokok. Pengaruh Mitos Secara Umum terhadap Masyarakat. Mitos sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang mempercayai mitos tersebut, ada juga masyarakat yang tidak mempercayainya. Jika mitos tersebut terbukti kebenarannya, maka masyarakat yang mempercayainya merasa untung. Tetapi jika mitos tersebut belum terbukti kebenarannya, maka masyarakat bisa dirugikan.
2.2 Asalmula Mitos
a. Euhemerisme (penafsiran historis)
Suatu teori menyatakan bahwa mitos adalah catatan peristiwwa bersejarah yang dilebih-lebihkan. Menurut teori ini, penutur cerita melebih-lebihkan peristiwa sejarah secara terus-menerus sampai akhirnya figur dalam sejarah tersebut memperoleh status setara dewa. Misalnya, mungkin seseorang boleh berpendapat bahwa mitos dewa angin Aeolos berasal dari sejarah mengenai raja yang mengajarkan cara menggunakan layar dan menafsirkan arah angin kepada rakyatnya. Herodotos (abad ke-5 SM) dan Prodikos mengklaim hal semacam ini.
Teori ini disebut "euhemerisme" menurut nama ahli mitologi terkenal, Euhemeros (sekitar 320 SM), yang berpendapat bahwa dewa-dewi Yunani berkembang dari legenda tentang manusia.
b. Alegori
Beberapa teori menyatakan bahwa mitos dimulai sebagai suatu alegori. Menurut suatu teori, mitos-mitos bermunculan sebagai alegori tentang fenomena alam: Apollo melambangkan Matahari, Poseidon melambangkan lautan, dan sebagainya. Menurut teori lainnya, mitos bermula sebagai alegori untuk konsep filosofis maupun spiritual: Athena melambangkan keadilan dan kebijaksanaan, Afrodit melambangkan hasrat, dan sebagainya. Sanskritis abad ke-19, Max Müller mendukung teori alegoris mitos. Ia menyakini bahwa mitos bermula sebagai deskripsi alegoris mengenai keadaan alam, namun perlahan-lahan diinterpretasikan secara harfiah: misalnya, secara puitis, laut digambarkan sebagai sesuatu yang penuh gejolak, sehingga laut diyakini sebagai dewa yang pengamuk.
c. Personifikasi
Niks sebagai (dewi malam), Hemera sebagai(dewi siang). Dalam mitologi Yunani, malam dan siang hari dipersonifikasikan sebagai seorang dewi. Beberapa pemikir percaya bahwa mitos merupakan hasil personifikasi kekuatan dan benda mati. Menurut pemikiran ini, orang purba memuja fenomena alam seperti api dan udara, dan perlahan-lahan menggambarkannya sebagai dewa. Contohnya, menurut teori pemikiran mitopeia, orang purba cenderung memandang "sesuatu" sebagai "seseorang", bukan benda belaka maka dari itu, mereka menggambarkan kejadian alam sebagai akibat tindakan dewa tertentu, sehingga menghasilkan suatu mitos.
d. Teori mitos-ritual
Menurut teori mitos-ritual, keberadaan mitos sangat erat dengan ritual. Teori ini mengklaim bahwa mitos muncul untuk menjelaskan ritual. Klaim ini pertama kali dicetuskan oleh sarjana biblikal William Robertson Smith. Menurut Smith, orang-orang mulai melaksanakan suatu ritual untuk alasan tertentu yang tidak ada hubungannya dengan mitos kemudian, setelah mereka melupakan alasan sebenarnya mengenai pelaksanaan ritual tersebut, mereka mencoba melestarikan ritual tersebut dengan menciptakan suatu mitos dan mengklaim bahwa ritual tersebut dilaksanakan untuk mengenang kejadian yang diceritakan dalam mitos. Antropolog James Frazer memiliki teori yang sama. Frazer percaya bahwa manusia primitif mulai percaya pada hukum-hukum gaib kemudian, ketika manusia mulai kehilangan keyakinannya mengenai sihir, mitos tentang dewa diciptakan dan mengklaim bahwa ritual magis kuno adalah ritual keagamaan yang dilakukan untuk menyenangkan hati para dewa.
1.3 Fungsi Mitos
Mircea Eliade berpendapat bahwa salah satu fungsi penting mitos adalah untuk membangun suatu model perilaku dan bahwa mitos dapat memberikan pengalaman religius. Dengan menceritakan atau memeragakan mitos, anggota suatu masyarakat tradisional dapat merasa lepas dari masa kini dan kembali lagi ke zaman mitis, sehingga membawa mereka dekat dengan ilahi.
Lauri Honko menegaskan bahwa dalam beberapa kasus, suatu masyarakat akan menghidupkan kembali suatu mitos untuk menciptakan kembali suasana zaman mitis. Sebagai contoh, akan diperagakan kembali penyembuhan yang dilakukan dewa pada zaman purba dalam upaya penyembuhan seseorang di masa kini. Tak jauh berbeda, Roland Barthes berpendapat bahwa budaya modern mengeksplorasi pengalaman religius. Karena tugas sains bukanlah menegakkan moral manusia, suatu pengalaman religius adalah upaya untuk terhubung dengan perasaan moral di masa lalu, yang kontras dengan dunia teknologi di zaman sekarang.
Joseph Campbell menyatakan mitos memiliki empat fungsi utama: Fungsi Mistis—menafsirkan kekaguman atas alam semesta Fungsi Kosmologis menjelaskan bentuk alam semesta, Fungsi Sosiologis mendukung dan mengesahkan tata tertib sosial tertentu, dan Fungsi Pendagogis bagaimana menjalani hidup sebagai manusia dalam keadaan apa pun.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Mitos sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang mempercayai mitos tersebut, ada juga masyarakat yang tidak mempercayainya. Jika mitos tersebut terbukti kebenarannya, maka masyarakat yang mempercayainya merasa untung. Tetapi jika mitos tersebut belum terbukti kebenarannya, maka masyarakat bisa dirugikan.
B.     Saran
Mitos adalah sebuah cerita rakyat yang belum tentu dan belum pasti kebenaran dari ceritanya, maka dari itu sebaiknya jangan terlalu percaya terhadap mitos yang belum jelas kebenaranya.








DAFTAR PUSTAKA
http://www.jualbeliforum.com/pendidikan/21421-pengertian-mitos.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Lauri_Honko




Tidak ada komentar:

Posting Komentar